Silabus Dialektologi


SILABUS

Mata Kuliah          : Dialektologi

Kode Mata Kuliah: SSD 408/SSI 407

Semester               : V/VII

Bobot                    : 2 SKS

MK Persyarat       :

Dosen                   : Dra. Reniwati, M. Hum

Prof. Dr. Nadra

  1. Sinopsis

Di dalam perkuliahan ini akan dibahas konsep variasi bahasa yang bersifat geografis,  satuan bahasa yang memperlihatkan variasi, metodologi penelitian dialektologi, pemetaan variasi,  dan dialektometri.

B.Kompetensi Umum

Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa memiliki kemampuan mengaplikasi teori dan metodologi penelitian dialektologi.

  1. Manfaat Mata Kuliah

Topik yang diberikan dalam mata kuliah ini menyiapkan mahasiswa menjadi peneliti yang mandiri dalam menelti bahasa khususnya penelitian dilektologis. Setelah lulus mata kuliah ini diharapkan juga mahasiswa akan memahami dan menghargai keberagaman bahasa.

D. Tujuan Instruksional

Di akhir perkuliahan ini, mahasiswa mampu dalam hal berikut:

  1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup kajian dialektologi
  2. Menjelaskan sejarah perkembangan dialektologi
  3. Menjelaskan asal-usul dialek
  4. Menjelaskan faktor penyebab perkembangan membaik dan memburuk sebuah dialek
  5. Menjelaskan penutur dialek dan bahasa
  6. Menjelaskan pengertian istilah dialek, isolek, idiolek, dan sosiolek
  7. Menjelaskan pengertian dan tujuan penelitian geografi dialek
  8. Menjelaskan metodologi penelitian dialektologi: penentuan titik pengamatan, pemilihan informan, penyusunan daftar tanyaan penelitian, metode dan teknik pengumpulan data
  9. Mengklasifikasikan pembeda dialek

10.  Menjelakan sistem pemetaan, konsep dan cara pembubuhan isogloss dan berkas isoglos

11.  Menjelaskan teori dialektometri

E. Outcome Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran mata kuliah ini, mahasiswa memiliki outcome sebagai berikut:

  1. Mengaplikasikan metodologi peneltian dialek
  2. Membuat peta dialek
  3. Mengaplikasikan teori dialektometri.

F. Sistem perkuliahan

Di awal perkuliah dijelaskan terlebih dahulu pengertian dan ruang lingkup kajian dialektologi. Sejarah perkembangan kajian dialektologi dijelaskan sepintas karena mahsiswa sudah ditugaskan membuat laporan bacaan tentang topik tersebut. Selanjutnya, kuliah masih berlangsung dalam bentuk ceramah tentang asal-usul dialek dan perkembangan membaik dan memburuk suatu dialek. Ceramah masih dilanjutkan dengan topik penutur dialek dan bahasa, serta pengertian istilah dialek, isolek, idolek, dan sosiolek. Geografi Dialek merupakan topic berikutnya.Topik tentang metodologi penelitian dialek: (penentuan titik pengamatan, pemilihan informan, penyusunan daftar tanyaan penelitian, metode dan teknik pengumpulan data) dijelaskan dan disertai dengan pemberian tugas (penyusunan daftar tanyaan). Selesai topik ini diberikan, mahasiswa melakukan praktik lapangan. Kembali dari praktik lapangan, kuliah dilanjutkan dengan topik: pembeda dialek, sistem pemetaan, pemetaan data, dan praktik penghitungan dialektometri.

Setiap selesai ceramah, mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya. Tugas yang berkenaan dengan praktik metodologi penelitian dikumpulkan dan diperiksa. Lalu, tugas itu dikembalikan dan dibicarakan di kelas. Tugas akhir, laporan praktik lapangan dikerjakan berkelompok. Dosen menjadi  pembimbing kerja kelompok.

G. Sistem Penilaian

Dalam menentukan nialai akhir digunakan pembobotan sebagai berikut

  1. Kehadiran : 10%
  2. Partisipasi : 10 %
  3. Tugas        : 20%
  4. UTS          : 20%
  5. UAS         : 40%

H. Tata Tertib Perkuliahan

Untuk tertib dan lancarnya perkuliahan perlu aturan bagi dosen dan makasiswa.

Untuk dosen:

–         Dosen membicarakan  kontrak perkuliahan dengan mahasiswa

–         Dosen memberitahukan Silabus/RPKPS

–         Dosen harus menyelenggarakan kuliah minimal 85 %.

–         Dosen harus mengembalikan lembar jawaban ujian (UTS) dan koreksi tugas kepada mahasiswa

–         Kuliah dibatalkan jika dosen telambat lebih dari 15 menit

–         HP dosen dalam keadaan mati dalam kelas

Untuk mahasiswa:

–         Mahasiswa tidak diperkenankan masuk kelas bila terlambat lebih dari 15 menit

–         Mahasiswa harus menghadiri kuliah minimal 75 % dan apabila kurang dari itu, maka mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester

–         Tugas harus diserahkan tepat waktu dan  tidak akan diterima dosen apabila terlambat menyerahkannya.

–         Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal dan kaus oblong

–         HP mahasiswa dalam keadaan mati dalam kelas

L Referensi

Ayatrohaedi. 1985. Bahasa Sunda di Daerah Cirebon. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Francis, W.N. 1983. Dialectology: An Introduction. London and New York: Longman.

Kurath, Hans. 1974. Studies in Area Linguistics. Bloomington: Indian.

Lauder, Multamia R.M.T. 1993. Pemetaan dan Distribusi Bahasa-Bahasa di Tangerang. Jakarta:   Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Petyt, K.M. 1980. The Study of Dialect: An Introduction to Dialectology. London: Andre    Deutsch.

Sudaryanto. 1995. Metode dan Aneka Teknik Analisa Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.