Abstrak Skripsi Riki Nofrizon


ABSTRAK

RIKI NOFRIZON, 2009. Tradisi Balimau Patang di Nagari Limau Lunggo, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok (Analisis Teori Fungsional R. William Bascom). Jurusan Sastra Daerah Minangkabau Fakultas Sastra Universitas Andalas. Pembimbing I Drs. M.Yusuf, M.Hum. Pembimbing II Khanizar Chan, S.Sn, M.Si.

Balimau Patang adalah sebuah tradisi yang istimewah bagi masyarakat Nagari Limau Lunggo untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi Balimau Patang dilaksanakan sehari menjelang masuknya bulan puasa atau akhir bulan Sya’ban. Tradisi ini selain sebagai ungkapanrasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan puasa, juga merupakan simbol penyucian diri. Dalam tradisi ini ada beberapa unsur-unsur yang dijadikan persayaratan diantaranya; ramuan limau, carano dan siriah.

Bagi masyarakat Nagari Limau Lunggo mandi dengan mengunakan limau hanyalah simbol, masyarakat hanya mengoleskan air limau kekepala atau ke muka. Dalam Tradisi Balimau Patang masyarakat tidakmengadakan mandi-mandi ke tempat-tempat pemandian seperti danau, lubuk-lubuk atau sungai-sungai. Masyarakat Nagari Limau Lunggo mengadakan Tradisi Balimau Patang di depan kantor wali nagari (balai nagari), dengan mengumpulkan kehadiran seluruh masyarakat Nagari Limau Lunggo.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitataif. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan teknik observasi, perekaman, wawancaradan studi pustaka. Teknik analisis data dengan cara mendeskripsikan Tradisi Balimau Patang dan menjelaskan fungsinya bagi masyarakat Nagari Limau Lunggo. Penelitian ini menggunakan teori fungsi yang dikemukakan oleh R. Wiliam Bascom.

Tradisi balimau patang sebagai khasanah sosio-kultural Minangkabau, khususnya bagi masyarakat Nagari Limau Lunggo salah satu bentuk tradisi yang penting dipelihara. Dengan kata lain, tradisi ini masih relevan untuk hadir di tengah kehidupan masyarakat dan budaya Minangkabau yang terus mengalami perubahan.