Abstrak Skripsi Sisvictoria


ABSTRAK

SISVICTORIA, 2009. Syarat-syarat Pengangkatan Anak Sasian Pada Perguruan Seni Tradisi Singo Barantai: Refleksi Makna Adat Diisi Limbago Dituang Di Kecamatan Kuranji Padang. Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang. Pembimbing I, Khanizar Chan, S.Sn., M.Si dan pembimbing II, Muchlis Awwali, S.S., M.Si.

Penelitian ini didasari bahwa Syarat-syarat Pengangkatan Anak Sasian Pada Perguruan Seni Tradisi Singo Barantai masih ada sampai sekarang. Syarat-syarat pengangkatan anak sasian bertujuan untuk melihat sejauh mana keseriusan anak sasian untuk bergabung dalam perguruan seni tradisi Singo Barantai. Syarat-syarat pengangkatan anak sasian merupakan tanda budaya yang dapat dimanifestasikan melalui makna itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini patut dilakukan karena ditakutkan nantinya mengalami kepunahan.

Penelitian ini akan menganalisis makna yang terdapat pada syarat-syarat pengangkatan anak sasian dengan menggunakan teori semiotik yang dipelopori Charles Sander Pierce. Teori pierce mengatakan bahwa sesuatu itu dapat disebut sebagai tanda jika ia mewakili suatu yang lain atau mewakili hubungan antara tanda dengan acuannya.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penganalisisan data dilakukan dengan tiga tahap. Pertama, pendeskripsian syarat-syarat pengangkatan anak sasian, kedua fungsi dari syarat-syarat pengangkatan anak sasian, ketiga makna syarat-syarat pengangkatan anak sasian yang dianalisis melalui teori semiotik Pierce. Tahap penyajian data dilakukan secara formal dan informal. Penyajian formal beruba gambar dan tabel, penyajian informal berupa bahasa tulis.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat pengangkatan anak sasian memiliki 9 unsur yang dapat dijadikan simbol-simbol budaya diantaranya, ayam jantan muda yang baru pandai berkokok, bareh sasukek ulang aliang(beras segantang), siriah langkok, kemenyan, pakaian hitam, destar, pisau kain putih dan uang. Dalam unsur-unsur tersebut terkandung nilai-nilai falsafah adat disii limbago dituang. Secara adat, keseluruhan persyaratan dan segala tata tertib yang ada pada PSTSB dipenuhi oleh anak sasian, memenuhi segala persyaratan dan mematuhi segala tata tertib merupakan adat diisi sedangkan, seluruh ajaran guru yang diajarkan guru itulah yang ditiru oleh anak sasian yang merupakan limbago dituang