Abstrak Skripsi Surya Dharma Eka Sakti


ABSTRAK

Surya Dharma Eka Sakti. 2008. “Teks Randai Umbuik Mudo

Karya Musra Dahrizal (Tinjauan Antropologi Sastra)

Skripsi SI Fakultas Sastra Universitas Andalas

Pemikiran ini didasari pemikiran bahwa, randai adalah penyajian kaba Minangkabau dalam bentuk drama atau teater tradisional dengan pola lingkaran. Ia juga disebut sebagai teater rakyat populer bagi masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat yang merangkai lagu-lagu, tari, musik, seni bela diri dan akting untuk menceritakan cerita-cerita rakyat Minangkabau.

Dalam penelitian ini penulis mengangkat teks randai Umbuik Mudo sebagai objek penelitian. Teks ini sudah dibuat dalam bentuk buku, karangan Musra Dahrizal Katik jo Mangkuto berjudul Tigo Carito Randai (Umbuik Mudo, Magek Manandin, Santan Batapih). Alasan penulis memilih teks randai Umbuik Mudo sebagi objek penelitian ini adalah, karena ditemukannya persoalan perdukunan yang tergambar dalam teks tersebut.persoalan perdukunan timbul karena dipicu oleh harga diri yang telah tercoreng dan dilecehkan.

Berangkat dari latar belakang, maka penelitian ini dibatasi pada; struktur yang membangun teks randai Umbuik Mudo dan persoalan perdukunan dalam teks randai tersebut, yang ditulis kembali oleh Musra Dahrizal Katik jo Mangkuto. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan struktur yang membangun teks randai Umbuik Mudo dan menjelaskan persoalan perdukunan dalam teks tersebut.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah sebagai berikut; 1) penelusuran kepustakaan, 2) wawancara, 3) analisis dan intepretasi, 4) menarik kesimpulan. Melalui kajian antropologi sastra dapat diungkapkan persoalan perdukunan dalam teks randai Umbuik Mudo, dimana antropologi sastra menekankan pada warisan budaya masa lalu, dan juga mempermasalahkan manusia dalam suatu kebudayaan, di mana manusia yang dimaksud adalah manusia di dalam karya sastra itu sendiri. Sebelum dianalisis dengan antropologi sastra, terlebih dahulu dianalisis struktur yang membangun teks randai tersebut, diantaranya; tema, tokoh, latar, alur, diksi, dan gaya bahasa.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah memperlihatkan keberadaan status antara kaya dan miskin. Dalam kajian ini dapat ditemukan amanat tentang etika antar generasi, cara berperilaku, integrasi ajaran-ajaran Islam, serta mengajarkan adat tradisional Minangkabau. Bagaimana pentingnya menjunjung tinggi harga diri, dan pantang bila hargadiri dilecehkan. Sangat perlu mengangkat kembali harga diri yang telah tercoreng, meskipun itu dengan cara yang tidak wajar (perdukunan).