Abstrak Skripsi Zilda Alamanda


ABSTRAK

Zilda Alamanda, 2010. Graffiti berbahasa Minangkabau pada Angkotan Kota di Kota Padang. Jurusan Sastra Daerah, Fakultas Sastra Universitas Andalas. Padang. Pembimbing I Dra. Reniwati, M. Hum. dan Pembimbing II, Rona Almos S. S., M.Hum.

Graffiti adalah sebuah kegiatan seni yang menggunakan garis, pola, bentuk, dan memainkan keterpaduan warna yang menuliskan teks di atas dinding, kertas, papan kain, dan juga kaca. Penelitian mengenai graffiti ini dilakukan untuk mengetahui bentuk lingual, fungsi, dan makna dari sebuah tradisi tulisan yang menggunakan media angkutan kota.

Metode penelitian yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu: 1) pengumpulan data, 2) analisis data, dan 3) penyajian analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode cakap yaitu teknik pancing, dan menggunakan metode simak libat cakap dengan memakai teknik wawancara, rekam, dan catat. Teknik wawancara juga memakai mediator untuk mendapatkan keabsahan data. Dalam menganalisis data digunakan teknik ortografis, pragmatis, dan translasional. Selanjutnya, penyajian analisis data menggunakan metode informal.

Dari penelitian ini ditemukan3 bentuk lingual dari graffiti, yaitu: 1) kata, 2) frasa, dan 3) kalimat. Berikutnya ditemukan ada tujuh fungsi dari graffiti, yaitu: 1) graffiti sebagai alat untuk melakukan sesuatu (instrumental), 2) mempengaruhi lawan bicara (regulatory), 3) berfungsi untuk membuat pernyataan (representasional), 4) memelihara hubungan sosial (interactional), 5) mengekspresikan perasaan (personal), 6) memperoleh pengetahuan (heuristic), dan 7) melahirkan suatu gagasan (imaginative). Selanjutnya, makna graffiti dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: 1) makna leksikal, 2) makna gramatikal, dan 3) makna kontekstual.