Silabus Bahasa Indonesia

SILABUS DAN RPKPS

MATA KULIAH  BAHASA INDONESIA

JURUSAN SASTRA DAERAH

FAKULTAS SASTRA  UNIVERSITAS ANDALAS

Kode Mata Kuliah: SAS 109

Pengajar                 : Dra. Reniwati, M.Hum.

Rona Almos,S.S.,M.Hum.

A. Sinopsis:

Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan dasar-dasar kemahiran berbahasa bagi mahasiswa guna meningkatkan kemampuan mahasiswa tersebut dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik khususnya secara  tulisan.

B. Kompetensi

Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa memiliki kemampuan dalam menulis   karangan ilmiah.

C. Sistem Penilaian

Dalam menentukan nialai akhir digunakan pembobotan sebagai berikut

  1. Tugas, Keaktivan Tanya Jawab danDiskusi Diskusi    :  35%
  2. UTS                                                                                      :  25%
  3. UAS                                                                                      :  40%

Jumlah                                                                                 : 100%

D. Tata Tertib Perkuliahan

Untuk tertib dan lancarnya perkuliahan perlu aturan bagi dosen dan makasiswa.

Untuk dosen:

–          Dosen membicarakan  kontrak perkuliahan dengan mahasiswa

–          Dosen memberitahukan Silabus dan RPKPS

–          Dosen harus menyelenggarakan kuliah minimal 85 %.

–          Dosen harus mengembalikan lembar jawaban ujian (UTS)

–          Dosen harus menilai tugas, membahas atau mengembalikannya kepada mahasiswa

–          Kuliah dibatalkan jika dosen telambat lebih dari 15 menit

Untuk mahasiswa:

–          Mahasiswa tidak diperkenankan masuk kelas bila terlambat lebih dari 15 menit

–          Mahasiswa harus menghadiri kuliah minimal 75 % dan apabila kurang dari itu, maka mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester

–          Tugas harus diserahkan tepat waktu dan  tidak akan diterima dosen apabila terlambat menyerahkannya kecuali jika  ada alasan yang meyakinkan

–          Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal dan kaus oblong

–          HP mahasiswa dalam keadaan mati dalam kelas

E. Bahan Bacaan

EYD.  (yang terbaru)

Finoza, Hamudin. 2004. Komposisi Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa Indonesia.   Jakarta: PT Grasindo.

Geraf, Keraf. 2004. Komposisi. Flores: Nusa Indah.

Wijono, HS. 2005. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.   Jakarta: PT Grasindo.

RENCANA PEMBELAJARAN MK : Bahasa Indonesia Sem: I. sks : 2. KOMPETENSI : Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa memiliki kemampuan dalam menulis   karangan ilmiah.

MINGGU  KE-

(2)

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

(3)

MATERI PEMBELA JARAN

(4)

BENTUK PEMBELA JARAN

(5)

KRITERIA      (indikator)     PENILAIAN

(6)

BOBOT NILAI

1 Memahami Pemgantar Perkuliahan: Silabus (Kontrak Perkuliahan), Fungsi dan Ragam Bahasa Kuliah Ketepatan Pemahaman 1%
2 Mampu memahami Materi EYD Kuliah, Tanya Jawab Ketepatan Pemahaman 2%
3 Mampu mengaplikasikan dan bekerja sama Lanjutan: Materi EYD Cooperative Learning (CL) Ketepatan  dalam Aplikasi dan  Kerja Sama 2%
4 Mampu menjelaskan dan menunjukkan Kalimat (Pengertian Kalimat, Unsur Kalimat, dan Pola Kalimat) Kuliah , Tanya Jawab Ketepatan Penjelasan  dan Penunjukkan 2%
5 Mampu menjelaskan dan menunjukkan Kalimat Efektif Kuliah,  Cooperative Learning Ketepatan Penjelasan  dan Penunjukkan 3%
6 Mampu menjelaskan dan membedakan Paragraf

( Pengertian, Pengenalan, dan Jenis Paragraf)

Kuliah, Project Based Learning (PBL) Ketepatan Penjelasan 2%
7 Mampu memahami Metode              Pengembangan Paragraf Kuliah, Tanya Jawab Kebenaran Pemahaman 2%
8 Ujian Tengah Semester 20%
9 Mampu mengaplikasi Metode              Pengembangan Paragraf Project Based Learning (PBL) Ketepatan  dalam Aplikasi dan  Kerja Sama 3%
10 Mampu menjelaskan Penalaran Kuliah, Tanya Jawab Ketepatan Penjelasa 2%
11 Mampu memahami Karangan Ilmiah(Pengertian, Ciri, Bahasa,  dan Jenis Karangan Ilmiah Kuliah, Tanya Jawab Kebenaran Memahami 2%
12 Mampu membuat dan menyusun Topik, Tema, Tesis,, dan Kerangka Karangan Kuliah, Cooperative Learning (CL) Kebenaran Membuat dan Menyusun 2%
13 Mampu mengaplikasikan Sumber Rujukan (Kutipan: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengutip) Diskusi Ketepatan  Aplikasi 2%
14 Mampu mengaplikasikan Sumber Rujukan Lanjut( Catatan Kaki dan Daftar Kepustakaan) Presentasi Ketepatan  Aplikasi 2%
15 Mampu menjelaskan Ringkasan, Ikhtisar, Abstrak, dan Resensi Diskusi Ketepatan Penjelasan 2%
16 Ujian Akhir Semester (UAS) 40%
Advertisements

Silabus Sastra Lisan

MATA KULIAH                   : SASTRA LISAN I

PER SYARATAN                 : PENGANTAR KESUSASTRAAN MINANGKABAU

JUMLAH SKS                       : 2 SKS

DOSEN                                  : Dra. Satya Gayatri, M.Hum

KODE MATA KULIAH       : SSD 228

JENJANG STUDI                  : S 1

SINOPSIS PERKULIAHAN:

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang menjadi dasar agar mahasiswa dapat menganalisis karya sastra dengan cara yang tepat dan memenuhi aspek keilmiahan sebuah penelitian. Mahasiswa akan dapat diberi pengertian dan pemahaman yang memadai tentang teori dan metode penelitian terhadap berbagai bentuk dan genre karya sastra. Selanjutnya, dengan pemahaman tersebut mahasiswa dapat melaksanakan penelitian sastra dengan cara yang tepat.

A. IHTISAR UMUM MATA KULIAH

Mata kuliah ini mengkaji konsep-konsep, prinsip, pendekatan, metode dan teknik penelitian sastra. Dibahas pula tentang penerapan teori-teori penelitian dalam praktek di lapangan, khususnya dalam bidang sastra secara umum.

Metode penelitian sastra perlu dikuasai oleh calon peneliti dalam upaya menerapkan teknik dan metode yang digunakan dalam penelitian di bidang sastra baik dalam bentuk tulis maupun lisan.

Mata kuliah ini mempunyai dua tujuan pokok. Pertama, para rnahasiswa dapat memahami dimensi teoritis dan dimensi praktis penelitian sastra. Kadua, mereka mampu menggunakan dimensi-dimensi penelitian sastra dalam menyusun rencana penelitian dalam program studi yang diikuti.

Proses pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran partisipatif. Di dalamnya mencakup penggunaan metode pembelajaran individual dan kelompok. Pembelajaran individual berkaitan dengan telaah kepustakaan dan tugas penyusunan kerangka penelitian ilmiah yang diharapkan membantu mahasiswa dalam memperlancar penyusunan proposal skripsi atau karya ilmiah lainnya. Pembelajaran kelompok dilakukan dalam penyusunan laporan tugas baik buku-buku yang diwajibkan maupun laporan lapangan.

B. TUJUAN MATA KULIAH

Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan:

1. Mampu membedakan antara karya sastra tulis dengan sastra lisan

2. Mampu mendeskripsikan ciri-ciri dari sastra lisan

3. Mampu membedakan antara sastra lisan dengan foklore, dan tradisi lisan

4. Mampu menjelaskan genre sastra lisan Minangkabau

5. Mampu menentukan yang tergolong sastra lisan Minangkabau

6. Mampu membedakan sastra lisan dalam bentuk pertunjukan dengan sastra lisan yang           telah dikemas dengan bentuk yang lain

C. POKOK-POKOK BAHASAN

Mata kuliah ini mencakup pokok-pokok kajian/bahasan sebagai berikut:

1. Pergertian sastra secara umum.

2. Bentuk-bentuk karya sastra.

3. Perbedaan antara karya sastra tulis dengan sastra lisan.

4. Menjelaskan ciri-ciri dari sastra lisan.

5. Perbedaan sastra tulis dengan bentuk karya tradisional lainnya (folklore dan tradisi                lisan)

6. Bentuk-bentuk genre sastra lisan Minangkabau.

7. Memberikan contoh-contoh yang tergolong sastra lisan Minangkabau

8. Menjelaskan kemasan sastra lisan dengan memanfaatkan teknologi

C. TAGIHAN

  1. Presensi dalam perkuliahan,
  2. Penyusunan makalah individual dan kelompok,
  3. Penyajian makalah kelompok,
  4. Partisipasi dalam diskusi kelompok/kelas,
  5. Ujian tengah semester dan akhir semester.

D. SUMBER

Abdullah, T.Imran. 1999. Kajian Sastra Lisan: Teori, Metode, dan Penerapannya. Yogyakarta: Makalah Penyerapan Ilmu Kesusastraan dan Penerapannya. Universitas Gajah Mada

Amir, Adriyetti. 1990. Sastra Lisan Minangkabau I. Padang: Universitas Andalas

Adilla, Ivan. 1988. Kesenian Bagurau. Laporan Penelitian. Padang. Pusat Penelitian Universitas Andalas.

Danandjaja, James. 1980. Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti

Djamaris, Edwar. 1993. Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Jakarta: Balai   Pustaka.

___________. 2002. Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor.

Endraswara, Suwardi, 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama

Gayatri, Satya. 2005. “Tupai Janjang Salah Satu Teater Tradisional Minangkabau” Tesis S2. Universitas Gajah Mada.

Hutomo, Suripan Sadi. 1991. Mutiara yang Terlupakan Pengantar Studi Sastra Lisan. Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia. Jawa Timur.

_____ 1993. Cerita Kentrung Sarahwulan di Tuban. Jakarta: Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Krisna, Eva. 2001. Saluang: Sastra Lisan Minangkabau. Jakarta. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Navis, A,A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.

Pudentia, MPSS.1998. Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Asosiasi Tradisi Lisan.

Suwondo, Tirto. 2003. Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta: Hanindita.

Suryadi. 1993. Dendang Pauah Cerita Orang Lubuk Sikaping. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

______ 1993. Rebab Pesisir Selatan Zamzami dan Marlaini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Teeuw. A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya

______ 1988. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jurnal Basis. November. XXXVII- 11.

Zaidan, Abdul Rozak. 2002. Pedoman Penelitian Sastra Daerah. Jakarta: Pusat Bahasa.

E. PERTEMUAN, TUGAS KELOMPOK, POKOK BAHASAN, DAN RUJUKAN.

PERTE

MUAN

KE

KE

LOM

POKOK BAHASAN SUMBER
1

Pengertian sastra secara umum, beda sastra dengan seni lainnya

Dosen

Handouts

2 Perbedaan sastra tulis dengan sastra lisan Teeuw. Sastra dan Ilmu Sastra Teeuw “Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan”
3-4 Ciri-ciri sastra lisan Hutomo .Mutiara yang Terlupakan Pengantar

Studi Sastra Lisan

Teeuw. Sastra dan Ilmu Sastra

5-6 Beda sastra lisan dengan karya sastra yang lainnya Teeuw. Sastra dan Ilmu Sastra
7-8 Bentuk-bentuk sastra lisan Minangkabau (1) Gayatri“Tupai Janjang Salah Satu Teater Tradisional Minangkabau. (2)Navis. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. (3) Djamaris, Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Dan Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau (4) Danandjaja, James. 1980. Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain
9- 10 Presentasi kelompok Mahasiswa
UJIAN TENGAH SEMESTER Dosen
11-12 Genre sastra lisan Minangkabau (1) Gayatri“Tupai Janjang Salah Satu Teater Tradisional Minangkabau. (2) Navis. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau.(3) Djamaris, Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Dan Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau
13-14 Presentasi individu Mahasiswa
15-16 Bentuk-bentuk sastra lisan yang dikemas dalam bentuk lainnya Artikel- artikel ttg perubahan media penyampaian sastra lisan
UJIAN AKHIR SEMESTER Dosen

Silabus Pengantar Linguistik Umum

Nama Mata Kuliah                    : Pengantar Linguistik Umum I

Nomor Kode/SKS                      : SSD 106/2 SKS

Semester                                  : 2 (dua)

Jurusan                                    : Sastra Daerah

Dosen                                       : Rona Almos, S. S., M. Hum.


I. Sinopsis

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pegantar untuk mata kulian linguistik. Untuk Pengantar Linguistik Umum I, mahasiswa diberi pengetahuan tentang hakikat bahasa, prinsip dasar linguistik umum, pencabangan untuk linguistik secara menyeluruh dan beberapa cabang linguistik secara menyeluruh.

II. Kompetensi

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar linguistik dan pencabangan lingusitik.

III. Sistem Penilaian

1. Tugas, keaktifan, tanya jawab dan diskusi         : 35%

2. UTS                                                   : 25%

3. UAS                                                   : 40%

Jumlah                                              : 100%

IV. Tata Tertib Perkuliahan

Untuk teribnya dan lancarnya perkulihan perlu aturan bagi dosen dan mahasiswa.

Untuk Dosen:

  1. Dosen membicarakan kontrak perkuliahan dengan mahasiswa
  2. Dosen memberikan silabus/RPKPS
  3. Dosen menyelenggarakan perkuliahan minimal 85%
  4. Dosen harus mengembalikan lembar jawaban ujian dan koreksi tugas kepada mahasiswa
  5. Apabila dosen terlambat lebih dari 15 menit, mahasiswa dipersilahkan membubarkan diri
  6. Selama perkuliahan bejalan tidak diperkenankan mengkatifkan HP

Untuk Mahasiswa:

  1. Mahasiswa tidak diperkenankan masuk kelas bila terlambat lebih dari 15 menit
  2. Mahasiswa harus menghadiri kuliah minimal 75% dan apabila kurang dari itu, maka mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester
  3. Tugas harus diserahkan tepat waktu dan tidak akan diterima dosen apabila terlambat menyerahkannya
  4. Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandan dan baju kaos oblong
  5. Selama perkulihan berjalan tidak diperkenankan mengaktifkan HP

V. Bahan Bacaan

Arifin, Drs Syamsir. Fonologi: Bidang Fonetik. Diktat. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKSS IKIP Padang.

Bauer, Laurie. 1988. Introduction Linguistic Morphology. Edinburgh University Press.

Chaer, Drs Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Inernational Phonetic Assiciation. 1949. London: University College, Gower Street.

Lapoliwa, Hans. 1982. Dasar-dasar Fonetik. Diktat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Matthews, R. H. 1974. Morphology: An Introduvtion to the Theory of Word Structures. London: Cambridge University Press.

Ramlan, M.1983. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono.

Samsuri. 1991. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Schane, Samford. 1992. Fonologi Generatif. Jakarta: Summer Institute of Linguisties.

RENCANA PEMBELAJARAN MK: Pengantar Linguistik Umum I. Sks: 2. KOMPETENSI: Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar linguistik dan pencabangan lingusitik.

(1)

MINGGU

KE

(2)

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

(3)

MATERI PEMBELAJARAN

(4)

BENTUK PEMBELAJARAN

(5)

KRITERIA (indikator) PENILAIAN

(6)

BOBOT NILAI

1 Pengantar

Silabus, RPKPS Kuliah dan tanya jawab
2 Mampu menjelaskan Pengertian Bahasa Kuliah dan tanya jawab Kebenaran penjelasan 1%
3 Mampu menjelaskan Fungsi Bahasa Kuliah dan tanya jawab Ketepatan penjelasan 2%
4 Mampu menjelaskan dan bekerja sama Masyarakat Bahasa Diskusi Kelompok Ketepatan penjelasan dan pemberian contoh 2%
5 Mampu menjelaskan dan memberikan contoh Bahasa VS Ilmu Lain Diskusi Kelompok Ketepatan penjelasan, identifikasi, dan pemberian contoh 2%
6 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Bahasa dan Filologi Kuliah dan Diskusi Kelompok Ketepatan penjelasan, identifikasi, dan pemberian contoh 2%
7 Mampu menjelaskan dan memberikan contoh Bahasa dan Sastra Kuliah dan diskusi kelompok Ketepatan penjelasan dan pemberian contoh 2%
8 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Bahasa dan Sejarah Kuliah dan diskusi kelompok Ketepatan penjelasan dan pemberian contoh 2
9 UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) 25%
10 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Pengertian dan Cakupan Fonologi

  1. Pengertian fonologi
  2. Fonologi dan kedudukannya diantara bidang linguiatik lainnya
  3. Pembidangan fonologi
  4. Fonetik

4.1  Bunyi sebagai objek kajian fonetik

4.2  Cakupan fonetik

Project

Based

Learning

Ketepatan aplikasi dan kerja sama 2%
11 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Aspek Bunyi

  1. Aspek fisiologis
  2. Aspek akustik
  3. Aspek auditoris
Project

Based

Learning

Ketepatan aplikasi dan kerja sama 2%

12 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Alat Ucap

  1. Alat ucap aktif dan pasif
  2. Macam-macam artikulasi
Ceramah dan diskusi Ketepatan aplikasi dan kerja sama 2%
13 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Klasifikasi dan lambing bunyi bahasa

  1. Klasifikasi bunyi
  2. Vokoid
  3. Semivokoid
  4. Gugus vokoid
  5. Diftong
  6. Kontoid
  7. Gugus kontoid
Ceramah dan diskusi Ketepatan penjelasan, identifikasi, dan pemberian contoh 2%
14 Mampu mengaplikasikan dan bekerja sama Lanjutan Materi Minggu Ke-13 Cooperative

Learing

Ketepatan aplikasi dan kerja sama 2%
15 Mampu menjelaskan. Menunjukkan, dan memberikan contoh Bentuk-bentuk Linguistik

  1. Bentuk tunggal
  2. Bentuk kompleks
  3. Bentuk bebas
  4. Bentuk terikat
  5. Morfem, kata, dan leksem
  6. Morf, alomorf, dan morfem zero
Ceramah dan diskusi Ketepatan penjelasan, identifikasi, dan pemberian contoh 2%
16 Mampu mengaplikasikan dan bekerja sama Lanjutan Materi Minggu Ke-15 Cooperative

Learing

Ketepatan aplikasi dan kerja sama 2%
17 UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) 45%