Silabus Sastra Lisan


MATA KULIAH                   : SASTRA LISAN I

PER SYARATAN                 : PENGANTAR KESUSASTRAAN MINANGKABAU

JUMLAH SKS                       : 2 SKS

DOSEN                                  : Dra. Satya Gayatri, M.Hum

KODE MATA KULIAH       : SSD 228

JENJANG STUDI                  : S 1

SINOPSIS PERKULIAHAN:

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang menjadi dasar agar mahasiswa dapat menganalisis karya sastra dengan cara yang tepat dan memenuhi aspek keilmiahan sebuah penelitian. Mahasiswa akan dapat diberi pengertian dan pemahaman yang memadai tentang teori dan metode penelitian terhadap berbagai bentuk dan genre karya sastra. Selanjutnya, dengan pemahaman tersebut mahasiswa dapat melaksanakan penelitian sastra dengan cara yang tepat.

A. IHTISAR UMUM MATA KULIAH

Mata kuliah ini mengkaji konsep-konsep, prinsip, pendekatan, metode dan teknik penelitian sastra. Dibahas pula tentang penerapan teori-teori penelitian dalam praktek di lapangan, khususnya dalam bidang sastra secara umum.

Metode penelitian sastra perlu dikuasai oleh calon peneliti dalam upaya menerapkan teknik dan metode yang digunakan dalam penelitian di bidang sastra baik dalam bentuk tulis maupun lisan.

Mata kuliah ini mempunyai dua tujuan pokok. Pertama, para rnahasiswa dapat memahami dimensi teoritis dan dimensi praktis penelitian sastra. Kadua, mereka mampu menggunakan dimensi-dimensi penelitian sastra dalam menyusun rencana penelitian dalam program studi yang diikuti.

Proses pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran partisipatif. Di dalamnya mencakup penggunaan metode pembelajaran individual dan kelompok. Pembelajaran individual berkaitan dengan telaah kepustakaan dan tugas penyusunan kerangka penelitian ilmiah yang diharapkan membantu mahasiswa dalam memperlancar penyusunan proposal skripsi atau karya ilmiah lainnya. Pembelajaran kelompok dilakukan dalam penyusunan laporan tugas baik buku-buku yang diwajibkan maupun laporan lapangan.

B. TUJUAN MATA KULIAH

Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan:

1. Mampu membedakan antara karya sastra tulis dengan sastra lisan

2. Mampu mendeskripsikan ciri-ciri dari sastra lisan

3. Mampu membedakan antara sastra lisan dengan foklore, dan tradisi lisan

4. Mampu menjelaskan genre sastra lisan Minangkabau

5. Mampu menentukan yang tergolong sastra lisan Minangkabau

6. Mampu membedakan sastra lisan dalam bentuk pertunjukan dengan sastra lisan yang           telah dikemas dengan bentuk yang lain

C. POKOK-POKOK BAHASAN

Mata kuliah ini mencakup pokok-pokok kajian/bahasan sebagai berikut:

1. Pergertian sastra secara umum.

2. Bentuk-bentuk karya sastra.

3. Perbedaan antara karya sastra tulis dengan sastra lisan.

4. Menjelaskan ciri-ciri dari sastra lisan.

5. Perbedaan sastra tulis dengan bentuk karya tradisional lainnya (folklore dan tradisi                lisan)

6. Bentuk-bentuk genre sastra lisan Minangkabau.

7. Memberikan contoh-contoh yang tergolong sastra lisan Minangkabau

8. Menjelaskan kemasan sastra lisan dengan memanfaatkan teknologi

C. TAGIHAN

  1. Presensi dalam perkuliahan,
  2. Penyusunan makalah individual dan kelompok,
  3. Penyajian makalah kelompok,
  4. Partisipasi dalam diskusi kelompok/kelas,
  5. Ujian tengah semester dan akhir semester.

D. SUMBER

Abdullah, T.Imran. 1999. Kajian Sastra Lisan: Teori, Metode, dan Penerapannya. Yogyakarta: Makalah Penyerapan Ilmu Kesusastraan dan Penerapannya. Universitas Gajah Mada

Amir, Adriyetti. 1990. Sastra Lisan Minangkabau I. Padang: Universitas Andalas

Adilla, Ivan. 1988. Kesenian Bagurau. Laporan Penelitian. Padang. Pusat Penelitian Universitas Andalas.

Danandjaja, James. 1980. Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti

Djamaris, Edwar. 1993. Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Jakarta: Balai   Pustaka.

___________. 2002. Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor.

Endraswara, Suwardi, 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama

Gayatri, Satya. 2005. “Tupai Janjang Salah Satu Teater Tradisional Minangkabau” Tesis S2. Universitas Gajah Mada.

Hutomo, Suripan Sadi. 1991. Mutiara yang Terlupakan Pengantar Studi Sastra Lisan. Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia. Jawa Timur.

_____ 1993. Cerita Kentrung Sarahwulan di Tuban. Jakarta: Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Krisna, Eva. 2001. Saluang: Sastra Lisan Minangkabau. Jakarta. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Navis, A,A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.

Pudentia, MPSS.1998. Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Asosiasi Tradisi Lisan.

Suwondo, Tirto. 2003. Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta: Hanindita.

Suryadi. 1993. Dendang Pauah Cerita Orang Lubuk Sikaping. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

______ 1993. Rebab Pesisir Selatan Zamzami dan Marlaini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Teeuw. A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya

______ 1988. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jurnal Basis. November. XXXVII- 11.

Zaidan, Abdul Rozak. 2002. Pedoman Penelitian Sastra Daerah. Jakarta: Pusat Bahasa.

E. PERTEMUAN, TUGAS KELOMPOK, POKOK BAHASAN, DAN RUJUKAN.

PERTE

MUAN

KE

KE

LOM

POKOK BAHASAN SUMBER
1

Pengertian sastra secara umum, beda sastra dengan seni lainnya

Dosen

Handouts

2 Perbedaan sastra tulis dengan sastra lisan Teeuw. Sastra dan Ilmu Sastra Teeuw “Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan”
3-4 Ciri-ciri sastra lisan Hutomo .Mutiara yang Terlupakan Pengantar

Studi Sastra Lisan

Teeuw. Sastra dan Ilmu Sastra

5-6 Beda sastra lisan dengan karya sastra yang lainnya Teeuw. Sastra dan Ilmu Sastra
7-8 Bentuk-bentuk sastra lisan Minangkabau (1) Gayatri“Tupai Janjang Salah Satu Teater Tradisional Minangkabau. (2)Navis. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. (3) Djamaris, Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Dan Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau (4) Danandjaja, James. 1980. Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain
9- 10 Presentasi kelompok Mahasiswa
UJIAN TENGAH SEMESTER Dosen
11-12 Genre sastra lisan Minangkabau (1) Gayatri“Tupai Janjang Salah Satu Teater Tradisional Minangkabau. (2) Navis. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau.(3) Djamaris, Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Dan Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau
13-14 Presentasi individu Mahasiswa
15-16 Bentuk-bentuk sastra lisan yang dikemas dalam bentuk lainnya Artikel- artikel ttg perubahan media penyampaian sastra lisan
UJIAN AKHIR SEMESTER Dosen